Buku Emha Ainun Nadjib Sedang Tuhanpun Cemburu
Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi binatang: makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spritualisme adalah kesempurnaan yang seyogianya diperjuangkan oleh manusia.

Akan tetapi, binatang tampaknya lebih beruntung dibandingkan manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sampai akhir. Sedang dunia manusia, suka menjebak diri dengan kebebasan yang dimilikinya atau yang ia peroleh dari Tuhannya. Manusia merasa bebas untuk memilih, termasuk memilih melebur dengan tatanan masyarakat atau melenyapkan standar-standarnya terhadap nilai kemanusiaan.

Esai-esai yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini, merefleksikan betapa panjang pertanyaannya atas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi antara manusia dan Tuhan yang semakin tersingkirnya manusia dari sastra-sastra sosial yang mereka bentuk sendiri.

Mungkin anda juga tertarik dengan buku Emha Ainun Nadjib dengan judul Markesot Bertutur

Detail Buku:

Judul: Sedang Tuhanpun Cemburu
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN 978-602-291-079-4
Jumlah Halaman: 458 Hal
Besar file: 10,4Mb
Baca-Download: Google Drive