Etika seperti halnya ilmu-ilmu ke-Islaman lainnya bersumber dari ajaran Al-Qur’an. Al-Qur’an mendasarkan sistem keagamaan pada prinsip-prinsip etis, karenanya tidak banyak perbedaan antara Islam dan etika Islam. Di dalam Islam hukum-hukum perdata dan pidana serta ajaran moral tidak dapat dipisahkan secara ketat satu dengan yang lainnya dan tidak mungkin disebut sebagai sebuah sistem atau ilmu yang terpisah.
Meskipun prinsip-prinsip fundamental akhlak telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits, namun etika sebagai sebuah ilmu pengetahuan baru mendapatkan bentuknya setelah pengaruh pemikiran dari luar mulai masuk ke tengah–tengah pemikiran muslim. Jika dirunut dari awal pertumbuhannya, etika dalam Islam ditemukan dalam sumber yang luas dan merentang mulai dari tafsir Al-Qur’an hingga kalâm, dari komentator filosofis atas Aristoteles hingga teks sufi. Perkembangan etika dalam Islam dapat disajikan dalam bentuk tinjauan historis, atau dibagi berdasarkan tipologi teorinya.
Dalam buku berjudul “Etika Sufi Ibnu Arabi”, Mukhlisin Sa’ad memberikan penguraian lebih jauh terkait konsep etika yang digagas Ibnu Arabi. Jika Majid Fakhry dalam bukunya Ethical Theories in Islam mengklasifikasikan empat macam tipe etika dalam Islam (oralitas skriptural, teologis, filosofis, religious), Sa’ad justru memberikan penambahan satu tipe lagi yaitu etika sufi
Jika ditilik secara umum, sebenarnya masuk dalam kategori etika religius. Namun, itu tidak sepenuhnya benar, karena ajaran kaum sufi yang berakar pada pengalaman rohani turut andil memberikan implikasi etis dan mempunyai signifikansi moral.
Dengan demikian, etika yang berkembang dalam lingkungan para sufi patut diberi ruang dan digali lebih jauh karena mempunyai khas tipologinya tersendiri (p. 5). Hal ini layak disebut sebagai sistem etikanya melalui pencarian Tuhan sebagai puncak daripada etikanya dengan beraneka macam konsepnya, dari ittihad, hulul, hingga wahdat al-wujud dan sejenisnya.
Dalam anggapan umum Ibnu Arabi dikenal sebagai sufi besar yang corak tasawufnya unitarian dengan konsep wahdat al-wujud-nya, di mana mahluk dipandang identik dengan Khaliq, cenderung mengabaikan hukum-hukum keagamaan. Ajaran semacam ini dipandang antinomian dan tidak mengindahkan moralitas.
Detail Buku:
Judul: Etika Sufi Ibnu Al-Arabi
Penulis: Dr. H.Mukhlisin Sa'ad, M.Ag
Penerbit: CV. Mandiri,2019
ISBN: 978-602-50601-9-9
Jumlah Halaman: 295 hlm
Besar file: 39,8Mb
Baca-Download: GoogleDrive

0 Komentar
Jika terdapat link ebook error atau bermasalah, silahkan berkomentar,. nanti kami reupload, Salam