Tegaknya demokrasi di Indonesia adalah cita-cita lama Gus Dur. Baik saat berkuasa maupun di luar kekuasaan, ia terus mengabdi dan mengawal demokratisasi. Saat kekuasaan ada di tangannya, ia gunakan sebaik mungkin untuk kepentingan rakyat, masyarakat banyak. Dan, ketika kekuasaan harus dilepaskan, ia lepaskan tanpa hati berat, legowo. Kekuasaan bukanlah segala- galanya. Baginya, “Pengabdian tidak perlu dengan kedudukan apa-apa. Orang mengabdi bisa dalam kapasitas bermacam- macam, sama saja. Tergantung orangnya.”
Begitu juga perjuangannya yang pantang menyerah dalam mengusung pluralisme. Bagi Gus Dur, keberagaman adalah rahmat Tuhan. Sebaliknya, menolak kemajemukan sama halnya mengingkari pemberian Tuhan. Perbedaan merupakan keniscayaan, karena itu Gus Dur memandang perbedaan sebagai pemberian ketimbang sebatas pilihan. Dan sebagai rahmat, keberagaman pasti membawa kemaslahatan bangsa.
Apa pun yang dilakukan Gus Dur merupakan upaya untuk meniarapkan segala disparitas dalam rangka memanusiakan manusia. Dalam buku ini penulis menghadirkan perjuangan dan pemikiran sosok Gus Dur, bagaimana kita menempatkannya sebagai guru bangsa, apa saja yang patut kita teladani, tanpa melupakan biografi nya.
Detail Buku:
Judul: GUS DUR-BIOGRAFI SINGKAT 1940–2009
Penulis: Muhammad Rifai
Penerbit: Garasi, Cet V:2014
ISBN: 978-979-25-4677-4
Jumlah halaman: 202 halaman
Besar file: 1,00Mb
Baca-Download: Google Drive

0 Komentar
Jika terdapat link ebook error atau bermasalah, silahkan berkomentar,. nanti kami reupload, Salam