Isyraq dalam bahasa Arab berarti "pencahayaan", dan masyriq berarti "timur". Kesatuan antara "cahaya" dan "timur" dalam hikmah Isyraqiyyah berkaitan dengan simbolisme matahari yang terbit di timur dan mencahayai segala sesuatu. Dengan realitas mencahayai atau menerangi segala sesuatu, cahaya diidentifikasi dengan gnosis dan iluminasi. Dengan demikian, isyraqiyah dipahami sebagai ketimuran dan iluminatif. Ia memancar karena ia berada di timur, dan ia berada timur karena ia memancar. Isyraqiyyah adalah pengetahuan melalui pertolongan di mana manusia dapat menyesuaikan dirinya di dunia wujud semesta, tidak masalah di mana pun ia hidup secara geografis, dan akhirnya menyadari bahwa timur adalah tempat kediaman azali, sementara bayangan, kegelapan, dan kesuraman hidup manusia terdapat di barat.
Ijikmah al-Isyraq memperkenalkan kita pada satu hal: untuk memperoleh kebenaran yang beremanasi dari pencahayaanNya, kita harus menjadi "cahaya" bagi diri kita sendiri, Caranya, kita mesti mengenal bahwa secara esensial kita diciptakan sebagai makhluk yang dianugerahi akal dan hati, rasionalitas dan spiritualitas, untuk mencapai kodrat kemanusiaan dan keilahian dalam diri kita. Bahwa "diri" kita adalah cahaya, atau cerminan dari Cahaya-Nya, akhirnya tidak perlu diragukan lagi. Dengan "diri yang bercahaya" ini, barulah kita dapat memeluk kesejatian insani yang sesungguhnya, menjadi figur pencerah bagi dunia, dan memancarkan pesona yang tak habis-habisnya memberi kedamaian di muka bumi.
Penerbit Islamika berbangga dapat menerbitkan magnus-opus seorang tokoh besar yang telah mampu memberi indikasi atas tertolaknya klaim Barat mengenai keruntuhan filsafat Islam. Kelahiran kitab ini membuktikan bahwa, betapa filsafat dalam Islam tidak cukup hanya dipahami sebagai sesuatu yang telanjang rasional belaka, sebagaimana filsafat yang dipahami di Barat. Filsafat dalam dunia Islam bahkan lebih menonjolkan aspek intuitif keilahian, yang karenanya disebut dengan hikmah atau teosofi. Karena itu pula, jika filsafat dalam dunia Islam belahan barat telah dianggap mati pasca-serangan al-Gazali, hal itu disebabkan karena filsafat Islam ketika itu hanya berkutat di sekitar
aspek rasionalitas. la tidak merambah nilai-nilai intuisi yang terpatri dalam diri manusia.
Detail Buku:
Judul: Hikmah Al Isyraq Teosofi Cahaya dan Metafisika Huduri
Penyusun: Syihab Ad-Din Yahya As-Suhrawardi
Penerjemah: Al-Fayyadl
Penerbit: Islamika, 2003
ISBN: 979-97400-45-8
Jumlah Hal: 283 Hal
Besar File: 48,7Mb
Baca-Download: Google Drive

0 Komentar
Jika terdapat link ebook error atau bermasalah, silahkan berkomentar,. nanti kami reupload, Salam