Islam in China - Mengenal Islam di Negeri Leluhur

Gus Dur dalam setiap kesempatan selalu menyatakan bahwa dirinya memiliki darah Tionghoa dari jalur Tan Kim Han. Ia adalah keturunan Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok, saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa), pendiri Kesultanan Demak. Tan A Lok dan Tan Eng Hwa ini merupakan anak dari Putri Campa, puteri Tiongkok yang merupakan selir Raden Brawijaya V. Tan Kim Han sendiri berdasarkan penelitian diidentifikasikan sebagai Syaikh Abdul Qodir Al-Shini yang makamnya ditemukan di Trowulan.

Berdasarkan catatan-catatan hipotesis dalam buku ini, tentu kita perlu mengakui bahwa Islam Cina adalah prototype Islam Nusantara (Jawa) dalam banyak aspek. Lebih dari sekadar itu, hadirnya buku ini diharapkan dapat mencairkan kebekuan berpikir kita yang selama ini phobia Tionghoa melalui politik identitas pri-nonpri. Bukankah sikap phobia tersebut sama halnya dengan mengingkari asal-muasal keberislaman kita?

Buku ini seakan ingin menguatkan asumsi di atas melalui pengetahuan langsung tentang sejarah dan perkembangan Islam di Cina serta pergolakan sejarah dan kondisi sosial masyarakat muslim di Cina dewasa ini. Dari sana kita barangkali tidak salah menyebut Islam Cina sebagai leluhur Islam Nusantara. Masihkah kita phobi?

Detail Buku:

Judul: Islam in China - Mengenal Islam di Negeri Leluhur
Penulis: Mi Shoujiang dan You Jia
Penerjemah: Kurnia NK
Penerbit: LKiS, 2014
ISBN: 978-602-14913-0-0
Jumlah Hal: 167 Hal
Format: PDF
Besar File: 21,4 Mb
Baca-Download: Google Drive